Cari tempat wisata yang mengexplore keindahan alam Indonesia dan diseluruh dunia

Objek Wisata Air Terjun di Bandung Yang Mempesona

Objek Wisata Air Terjun di Bandung Yang Mempesona

Wisata Bandung Jawa Barat │ Bandung adalah salah satu kota di Jawa Barat yang kaya akan tempat wisata alam dan ini dibuktikan dengan adanya spot wisata alam air terjun. Sobat tidak harus sampai bersusah payah ke tempat terpencil untuk dapat menikmati dan menyaksikan  keindahan curug-curug yang ada di Bandung. Air terjun ini tidaklah jauh dari pusat kota Bandung, tapi ada juga sih' yang lokasinya berada di luar kabupaten maupun kota Bandung serta merupakan air terjun yang asri di Indonesia.

Dari istilah yang biasa digunakan yaitu Curug, sebuah istilah dalam Bahasa Sunda yang artinya adalah air terjun. Di Bandung maupun daerah sekelilingnya yang merupakan gunung-gunung ada banyak objek wisata berupa air terjun.

Berikut ini adalah curug-curug atau air terjun yang mempesona di Bandung dan sekitarnya :

1. Curug Cimahi (Air Terjun Pelangi)

Curug Cimahi (Air Terjun Pelangi)
Curug Cimahi (Air Terjun Pelangi)

Lokasi curug ini berada di Jl. Kol Masturi - Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Curug Cimahi terletak sekitar 10 km di Utara Kota Bandung, tepatnya di kota Cimahi bisa Sobat temui setelah melalui jalan Sersan Bajuri ke arah Universitas Advent Indonesia menuju ke terminal Parongpong. Tinggi curug ini sekitar 75 meter. Salah satu curug yang sangat terjaga kebersihannya.

Dengan udara yang trasa adem, para pengunjung pasti akan menyukainya karena dengan suhunya antara 18 - 22 derajat Celsius, sehingga pengunjung akan merasa fress (seger banget). Jika sobat belum tau dimana lokasi air terjun satu ini, sebelum Dusun Bambu Bandung, maka jaraknya sekitar 2 kilometer.

Curug Cimahi atau bisa disebut juga sebagai Air Terjun Pelangi, jika sobat ingin menikmati panorama indah Curug Cimahi, maka sobat perlu menuju Jalan Kol. Masturi, yang berada di Kecamatan Cisarua, curug yang sudah terkenal dengan nama Air Terjun Pelangi ini bisa sobat temui sesudah lewat Jalan Sersan Bajuri dengan memilih arak ke terminal Parongpong.

Dengan ketinggiannya sekitar 1.050 meter kurang lebih di atas permukaan laut, air terjun ini sudah menjadi tempat wisata alam terfavorit di Bandung. Untuk mencapai lokasi ini, Sobat bisa melalui Jalan Lembang - Parongpong yang setelah itu dilanjutkan mengambil arah kiri ketika bertemu pertigaan besar tepat sebelum di kota Lembang.

Curug Cimahi buka setiap hari dari jam 8:00 WIB pagi sampai dengan malam hari pada jam 21:00 WIB. Tarif Tiket masuk hanya Rp. 12.000,- bila masuk sebelum jam 5 sore, sementara bagi yang datang di atas jam 5 sore ajan dikenakan Rp. 15.000,- saja.


2. Curug Dago

Curug Dago
Curug Dago
Bagi sobat yang bosan dengan arena permainan modern, tempat wisata air terjun ini boleh dicoba dulu. Tempat wisata alam Dago Pakar ini masih termasuk dalam Taman Hutan Raya Ir. H Djuanda atau sudah dikenali juga dengan nama Dago Pakar. Walau mungkin agak tersembunyi lokasinya dan lumayan juga jarak yang akan ditempuh di depan kampus UNPAD Dago, Curug Dago yang dengan ketinggiannya mencapai sekitar 800 meter di atas permukaan laut menawarkan panorama keindahan alam yang tidak akan ada habis-habisnya.

Lokasi curug ini berada di Kampung Curug Dago, Kecamatan Cidadap Bandung. Tempatnya sedikit tersembunyi, namun aksesnya dekat dengan Terminal Dago. Curug ini masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya (THR) Djuanda. Diantara objek wisata di THR Djuanda, Curug dago ini paling jarang dikunjungi.

Asyiknya berada di sini karena terdapat pohon-pohon rimbun yang membuat suasana hutan menuju curug cukup gelap. Dari jalan utama, sebenarnya curug ini terbilang sangat dekat, apalagi dari terminal Dago. Hanya saja, kondisinya tidaklah sama dengan Dago Tea House atau Taman Budaya Provinsi Jawa Barat yang selalu dipadati pengunjung.

Curug Dago buka setiap hari dan bisa dikunjungi antara pagi sampai sore hari.
Pengunjung dikenakan biaya masuk Rp 8 ribu per kepala, sementara para wisatawan asing akan dikenakan sekitar Rp 30 ribu yang masih terbilang terjangkau.

Terletak di ketinggian sekitar 800 m di atas permukaan laut, Curug Dago juga menyimpan jejak sejarah bagi Kerajaan Thailand. Tak jauh dari lokasi air terjun, terdapat dua prasasti batu tulis peninggalan sekitar tahun 1818. Menurut para ahli sejarah, kedua prasasti tersebut konon merupakan peninggalan Raja Rama V (Raja Chulalonkorn) dan Raja Rama VII (Pradjathipok Pharaminthara) yang pernah berkunjung ke Curug Dago.


3. Curug Tilu Leuwi Opat

Curug Tilu Leuwi Opat
Curug Tilu Leuwi Opat

Pengambilan nama Curug Tilu sendiri diambil dari bahasa Sunda yang bermakna tiga, biasanya orang beranggapan bahwa curug ini memiliki 3 tingkatan air terjun sehingga dinamakan Curug Tilu. Curug ini memiliki lebar kurang lebih 2 meter dan tinggi 10 meter, Sobat akan mendapati sebuah kolam di bagian bawah curug dengan kedalamannya mencapai 3 meter. Apabila Sobat dari pusat kota Bandung, maka jarak yang harus ditempuh sekitar 20 kilometer dengan kisaran waktu perjalanan 2 jam. Untuk akses jalan yang memang terlalu sempit hanya akan mampu memuat kendaraan roda empat 1 arah. 

Tempat wisata lainnya untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga selama di Bandung adalah Curug Tilu Leuwi Opat yang berlokasi di area wana wisata CIC atau Ciwangun Indah Camp. Memang tidak berada tepat di Bandung, namun tempat ini tidaklah jauh dari Bandung karena masih termasuk di daerah Lembang, tepatnya di kawasan Parongpong yang terbilang dekat dengan Villa Istana Bunga. Asyiknya, dalam perjalanan menuju ke air terjun ini, Anda dapat mengabadikan banyak air terjun kecil yang tingginya tidak sampai 3 meter.

Lokasi curug ini berada di Desa Gn Rahayu, Kec. Parongpong KBB. Pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 7 ribu. Akomodasi dan fasilitas sangat memadai karena lokasi air terjun ini ada di dalam kawasan yang kerap dimanfaatkan untuk outbond keluarga.



4. Curug Maribaya

Curug Maribaya
Curug Maribaya

Curug omas adalah salah satu daya tarik dikawasan Maribaya. Curug Maribaya Terletak di Lembang, Sobat tidak boleh melewatkan air terjun satu ini. Bukan hanya pesona alam air terjunnya yang akan membuat hati Sobat meleleh, melainkan kolam air panas alami yang berada di area yang sama dan berasal dari Curug Maribaya sendiri juga akan membuat Sobat tambah terpesona. Lokasi curug ini berada di Desa Maribaya, Lembang Kab. Bandung Barat. 

Curug Maribaya buka dari pagi jam 8 sampai dengan jam 4 sore. Pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 8 ribu per kepala untuk dapat menikmati kecantikan alam di Curug Maribaya. Pengunjung dewasa harus merogoh kocek sebesar Rp 5.500 dan anak-anak Rp 2.500 untuk dapat menikmati relaksasi berendam di kolam air panasnya. 

Penyediaan kolam air panas menambah kekhasan pada obyek wisata ini dan para wisatawan pun akan makin puas berlibur dan menghabiskan waktu di tempat ini dan cocok untuk tempat wisata honeymoon di bandung. Ada dua jenis kolam air panas yang disediakan, yakni kolam air panas umum dan pribadi. Kandungan mineral dengan kadar yang tinggi diyakini dapat menyembuhkan beberapa penyakit, jadi sangat layak dicoba untuk berendam di kolam ini. Wisata alam ini agak berbeda, namun akan memberikan kesegaran maksimal bagi tubuh dan pikiran para pengunjungnya. Nah, yang ini baru curug maribaya.



5. Curug Jompong

Curug Jompong
Curug Jompong
Curug Jompong Air terjun ini mungkin belum terlalu dikenali dan oleh karena itulah lokasi ini belum terlalu terjamah. Untuk dapat menikmati Curug Jompong dan segala keindahan di kawasan ini, datanglah langsung ke Soreang Kabupaten Bandung.

Lokasi curug ini berada di Jl. Balakasep Kaler, Soreang Kab. Bandung. Curug ini sebenarnya sangat indah, namun sampah-sampah yang membuatnya menjadi kotor. Belum lagi adanya wacana pemangkasan curug jompong untuk mengatasi banjir cilencang yang kerap terjadi menjadi Curug satu ini sering terabaikan

Air terjun ini sebenarnya dapat menjadi salah satu tempat wisata menawan, namun karena keadaannya yang tidaklah terawat dengan baik, maka curug ini tidak ada pada urutan teratas tempat wisata air terjun paling menarik di Bandung. Sebagai solusi banjir Cileuncang, ada rencana untuk pemangkasan air terjun ini, maka semakin terbengkalailah tempat ini.


6. Curug Panganten

Curug Panganten
Curug Panganten
Curug Panganten Berwisata alam di Curug Panganten tidak akan kalah seru dari lokasi wisata air terjun lainnya. Berada di Kabupaten Bandung Barat, tepatnya ada di Parongpong, obyek wisata satu ini berada di ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut dengan tinggi yang mencapai sekitar 50 meter. Daya tarik dari air terjun ini adalah airnya ketika jatuh terkena efek sinar matahari sehingga tampak seperti kristal yang penuh kilau. Perlu diketahui, dulunya curug ini bukan bernama Curug Panganten, melainkan Curug Manglayang.

Sebelumnya Curug Panganten ini bernama Curug Manglayang, tapi karena peristiwa sesuatu yang menjadi kepercayaan masyarakat disini (sepasang penganten mati bunuh diri dengan terjun atau versi lain hanyut oleh arus curug yang deras), maka curug ini dinamakan Curug Panganten.

Ada cerita dibalik nama Curug Panganten ini di mana konon katanya ada pengantin yang bunuh diri di air terjun ini dengan menerjunkan diri. Itulah alasan mengapa kemudian namanya diubah menjadi Curug Panganten, bahkan dikatakan bahwa pengantin tersebut terbawa arus air terjun dan hanyut. Meski sangat terkenal dan sering dipadati wisatawan, Sobat akan tetap menemukan keindahan wisata air terjun seperti belum terjamah sama sekali. Dari kota Cimahi, Sobat harus menempuh sekitar 7 kilometer untuk sampai ke curug satu ini dan apabila ingin menikmati dari sisi bawah air terjun, bersiaplah untuk menuruni tebing kurang lebih 30 meter lebih dan melalui licinnya jalan setapak.

Lokasi curug ini berada di Parongpong, Kab Bandung Barat. Curug Panganten berada di ketinggian 1050 m dpl dan memilki ketinggian terjunan air sekitar 50 meter dengan jatuhnya air terlihat seperti kristal berkilauan ditimpa sinar matahari. Curug Panganten berada di wilayah wisata alam katumiri. Tempat wisata ini berada di Jalan Raya Cihanjuang KM 5,56.

Pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 6 ribu per kepala ketika hendak masuk ke kawasan Wisata Alam Katumiri. Pengunjung perlu membayar lagi ketika akan masuk ke Curug Panganten itu sendiri sebesar Rp 5 ribu.


7. Curug Malela

Curug Malela
Curug Malela
Keindahan Curug Malela akan menghilangkan rasa lelah selama perjalanan. Saking indahnya, curug ini dijuluki dengan istilah Niagara Mini di ujung barat Bandung. 

Bersantai di Curug Malela adalah keputusan tepat jika Sobat sangat menyukai wisata alam air terjun di Bandung yang merupakan tempat wisata dengan pemandangan indah di bandung . Berada di Kampung Manglid yang tepatnya ada di Kecamatan Rongga Bandung Barat, Curug Malela dengan ketinggiannya 1000 mdpl ini dapat ditemukan saat Sobat bertandang ke Desa Cicada. Selama perjalanan menuju ke air terjun ini, Sobat akan disuguhi panorama alam yang benar-benar cantik di sana-sini. Demi dapat menjangkau lokasi ini, masuklah melalui Gerbang Tol Baros apabila mengendarai kendaraan roda empat. Lokasi curug ini berada di Desa Cicadas Kec. Ronga, Kab. Bandung Barat. 

Sejumlah tempat harus dilewati, yaitu Batu Jajar dan kemudian mengarah ke Kecamatan Cihampelas, baru setelah itu dilanjutkan dengan memilih arah ke Cililin serta Sindang Kerta. Putuskan untuk menuju Gunung Halu dari Sindang Kerta dan Sobat akan segera sampai ke tujuan. Sewaktu sudah sampai pun, Sobat akan ditawari oleh banyak warga setempat yang rela mengantarkan Sobat untuk benar-benar dapat menjejakkan kaki di Curug Malela. Dengan jasa yang ditawarkan oleh penduduk setempat, akan memakan waktu setengah jam ke Curug Malela.

Curug Malela adalah sebuah curug cantik di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Untuk mencapai curug tersebut diperlukan perjuangan yang tidak mudah. Sobat harus menempuh waktu perjalanan sekitar 3 jam hingga memasuki Perkebunan Montaya, di ketinggian 1000 mdpl.

Curug Malela memiliki lebar 70 meter dengan ketinggian 60 meter. Nama Malela sendiri berasal dari nama tokoh masyarakat sekitar, yaitu Prabu Taji Malela. Makam tokoh ini bisa ditemui di atas tebing sebelah kanan curug. Tebing yang konon usia bebatuannya ini berkisar 5 hingg 10 juta tahun ini, terbentuk akibat letusan Gunung Api Purba yang dulu banyak terdapat di selatan Bandung.

Tiket Masuknya adalah Pengunjung dewasa dikenakan biaya masuk dengan besar Rp 5 ribu per kepala, sementara anak-anak dikenakan sebesar Rp 3.500. Bila membawa kendaraan sendiri, harus merogoh kocek sebesar Rp 5 ribu sebagai biaya parkir di halaman rumah penduduk setempat. Jika berjalan kaki dari pintu masuk, maka ada sekitar 3 kilometer yang harus ditempuh. Cukup jauh dan sebaiknya tidak membawa anak kecil sebab cukup berbahaya dan berisiko dengan medan yang lumayan membuat lelah.


8. Curug Siliwangi

Curug Siliwangi
Curug Siliwangi

Curug ini berada di Gunung Puntang, Banjaran - Kab. Bandung. Air terjun satu ini tepatnya berlokasi di taman wisata dan bumi perkemahan Gunung Puntang yang ada di daerah Bandung Selatan. Untuk sampai di curug ini, Sobat harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk melewati jalan setapak serta melintasi hutan. Para pecinta alam sudah pasti menyukai petualangan semacam ini, apalagi sesampainya di lokasi air terjun, mata dan hati Sobat akan terpuaskan melihat sendiri keindahan Curug Siliwangi dengan tinggi sekitar 1200 meter di atas permukaan laut.

Di area air terjun disediakan shelter yang bisa digunakan oleh para pengunjung untuk memandangi air terjun dari tempat yang terbilang lebih aman. Hal ini dikarenakan kondisi dekat air terjun yang lumayan ekstrim sehingga wisatawan tidak boleh sampai terlalu dekat dengan curug. Dinginnya air terjun masih tetap bisa dirasakan oleh pengunjung walau dari shelter karena jaraknya cuma beberapa meter.

Memiliki dasar yang terbilang dangkal, ketinggian dari curug ini pun kemungkinan bisa sampai puluhan meter dan terletak di lereng bertebing yang dipenuhi batu-batuan andesit. Karena tidaklah dalam, pengunjung bisa bebas bermain air di bagian bawah air terjun. Bahkan anak-anak pun bisa bermain dengan aman asalkan tetap di bawah pengawasan orang tuanya. Jangan kaget karena ketika menyentuh airnya akan terasa sangat dingin.



9. Curug Cinulang

Curug Cinulang
Curug Cinulang

Curug ini berada di Cicalengka, Kab. Bandung. Terletak diperbatasan Kab. Bandung & Garut, Tepatnya di Desa Sindulang Sumedang.

Pengunjung hanya akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 5 ribu saja. Jika membawa kendaraan pribadi, Sobat akan dikenakan sekitar Rp 3 ribu untuk parkir. Itulah beragam tempat wisata air terjun di Bandung yang akan melengkapi pengalaman liburan Sobat sehingga lebih seru dan tidak terlupakan. Dari daftar rekomendasi air terjun ini, Sobat pun pasti makin mencintai kota Bandung sebagai surganya wisata alam.

Curug CinulangWisata curug lainnya di Bandung yang akan membuat liburan makin sempurna adalah Curug Cinulang yang terletak di Bandung Timur. Dari kota Bandung memang lumayan jauh karena tepatnya ada di Cicalengka. Nama asli dari curug ini adalah Sindulang, namun kemudian menjadi lebih populer dengan sebutan Curug Cinulang. Memiliki dua terjunan air dengan tinggi yang hampir sama, yaitu 50 meter, hawa dingin akan dapat dirasakan ketika berada di area curug ini dan merupakan tempat wisata yang cocok untuk anak muda. Sanking Indahnya, keindahan panorama Curug Cinulang ini pernah diabadikan dalam sebuah lagu pop Sunda karya Yayan Djatnika berjudul “Curug Cinulang”

Hati-hati karena anginnya cukup kencang di tempat ini, dan banyak juga pengunjung yang membekali diri dengan mengenakan jas hujan agar tidak kebasahan. Namun, bagi para pecinta alam sejati tentu sensasi basah-basahan tersebut yang paling ditunggu apalagi sambil duduk di batu-batu besar dekat air terjun. Tips penting di sini adalah bahwa Sobat perlu membawa baju ganti karena tidak mungkin Sobat akan melewatkan aksi basah-basahan di air terjun ini.

Itusaja yang bisa di ulas tentang Objek Wisata Air Terjun di Bandung Yang Mempesona. Sekarang jadi banyak pilihan kan menghabiskan weekend :) Selamat Berlibur di Bandung !

Terima Kasih

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Objek Wisata Air Terjun di Bandung Yang Mempesona

0 komentar: